MENAHAN AMARAH
Marah merupakan ungkapan dan ekspresi seseorang ketika mengahadapi suatu masalah. Biasanya seseorang merasa plong jika sudah melampiaskan masalahnya dengan amarah. Namun amarah ini memberikan banyak dampak negative bagi si pemarah maupun bagi orang lain, sehingga wajar saja jika Nabi Muhammad melarang kita untuk marah dan memberikan solusi untuk kita jika ada keinginan untuk marah, sebagaimana dinyatakan dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 yang artinya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.". Selain itu di sampaikan pula dalam hadis Nabi yang di riwayatkan oleh HR Bukhari dan Muslim "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim).
Beberapa hadis yang membahas tentang tidak boleh marah yaitu
- Hadis yang di diwayatkan oleh Abu Darda RA Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani).
- Hadis yang di diwayatkan oleh Abu Ibnu 'Abbas RA Artinya: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari).
- Hadis yang di diwayatkan oleh Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA yang arrtinya: "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Dari beberapa pendapat dan hadis tersebut makan kita memang tidak boleh marah, dan harus mampu menahan amarah karena marah dapat membawa dampak negative yaitu:
- Marah dapat menyebabkan stress dan sedih
- Marah dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah
- Marah dapat menyebabkan seseorang terisolasi secara sosial
- Marah dapat menyebabkan implamasi pada otot
- Marah dapat memperburuk kondisi jantung
- Marah dapat menimbulkan kecanduan dan kebiasaan buruk lainnya
- Marah dapat menurunkan imunitas tubuh
- Marah dapat menyebabkan orang lain menjadi stress dan takut pada si pemarah
- Marah dapat menyebabkan seseorang menjadi tersinggung, salah paham, terjadinya perselisihan dan permusuhan dengan orang lain
- Marah sering menyebabkan konflik dengan orang lain, baik di dalam keluarga, lingkungan pekerjaan, hubungan pertemanan yang bisa mengakibatkan hubungan yang retak atau rusak.
- Marah dapat membuat orang kehilangan kendali atas logika dan rasionalitasnya, sehingga seseorang yang marah akan menghasilkan prilaku yang agresif akan mengambil tindakan yang merugikan dirinya atau orang lain.
- Orang yang marah akan memungkinkan membuat keputusan yang tergesa-gesa tanpa memikirkan konsekuensinya, sehingga bisa mengakibatkan tindakan atau kata-kata salah yang disesali kemudian hari
- Marah dapat menyebabkan seseorang kehilangan dukungan sosial, karena orang lain menjadi tidak simpati dengan si pemarah.
TIPS MENAHAN AMARAH
Menahan amarah dan mengelolanya dengan baik adalah keterampilan penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik serta hubungan dengan orang lain. Berikut beberapa tips yang bisa membantu menahan dan mengelola amarah:
- Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan agar dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh agar dapat berpikir dengan jernih
- Gunakan "self-talk" positif mencoba berbicara pada diri sendiri dengan kalimat yang menenangkan, seperti: "Saya bisa mengendalikan ini," "Tidak ada gunanya marah," atau "Saya bisa menyelesaikan ini dengan tenang."
- Mengidentifikasi penyebab marah dengan mengenali apa yang sebenarnya membuat Anda marah.
- Berolahraga untuk melepas energi negatif dan stress dengan aktivitas fisik, seperti berjalan, berlari, bermain bola, atau kegiatan olahraga lainnya.
- Lakukan humor karena ini bisa menjadi cara yang baik untuk mengurangi ketegangan. Humor yang baik itu humor yang tidak menyakiti perasaan orang lain dan tidak mengandung unsur negatif.
- Relaksasi dengan melakukan kegiatan yang membuat diri rilex, seperti mendengarkan musik, yoga, arau kegiatan lainya.
- Komunikasi yang jelas dan efektif
- Saat merasa marah, penting untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang jelas dan tenang. Hindari menuduh atau menyalahkan orang lain, tetapi fokuslah pada bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan situasi.
- Carilah solusi, dari hal yang menyebabkan Anda marah
- Luapkan secara sehat dengan curhat dengan seseorang yang Anda percaya tentang perasaan Anda, atau mengekspresikannya cara lain, seperti melalui aktivitas menggambar atau menulis.
- Konsultasi dengan orang yang profesional seperti guru, konselor, pemuka agama, atau psikolog jika Anda memiliki kecenderungan marah yang sulit dikendalikan. Tujuannya adalah agar dapat membantu memberikan strategi lebih lanjut untuk mengelola emosi dengan baik.
Menahan amarah tidak berarti memendam emosi, tetapi belajar untuk mengekspresikan dan mengelolanya secara sehat.
Komentar
Posting Komentar